Cinta dan ke-5 jari punya hubungan yang kuat. Dengan ke-5 jari, kita bisa mengekspresikan rasa sayang dan cinta: bergandengan tangan, dan menguatkan satu sama lain. Dalam “prinsip 5 jari dalam mencintai”, setiap jari mencerminkan makna.
1. Jari jempol atau Ibu jari. Jempol/ibu jari sering digunakan untuk menunjukkan suatu kebehasilan atau kebaikan (diacungi jempol). Hubungannya dengan cinta adalah, mencintai seseorang adalah sebuah hal yang baik, mencintai seseorang juga butuh keberanian besar. Ibu jari yang berkonotasi positif juga mengingatkan agar kita memperlakukan orang yang kita cintai dengan baik, dan tidak melukainya.
2. Telunjuk. Telunjuk sering digunakan untuk memberikan, menunjukkan arah atau tempat. Hubungannya dengan cinta adalah, kalau kita mencintai seseorang, maka berilah ia arah yang jelas dan benar. Selain itu itu telunjuk juga menunjukkan bahwa kita mengacungkan jari telunjuk, untuk mengatakan bahwa “inilah saya, dan saya ingin tahu tentang dirimu”. Dengan demikina kita tidak bersembunyi, fokus pada yang dicintai, dan member arah yang jelas.
3. Jari manis. Jari manis adalah tempat melingkarnya cincin (cincin pernikahan). Hubungannya dengan cinta adalah ketika mencintai seseorang kita harus fokus pada tujuan hubungan yakni pernikahan. Dengan demikian kita harus serius dalam berkata, bersikap, dan serius dalam menjalani hubungan, tidak main-main.
4. Jari tengah. Sesuai namanya, jari tengah berada tempat yang spesial, yakni ditengah-tengah. Di satu sisi diapit jari kelingking dan jarimanis, di sisi yang lain diapit jari telunjuk dan jempol. Hubungannya dengan cinta adalah mengingatkan kita agar memperlakukan orang yang kita cintai sebagai orang yang spesial dalam hidup kita.
5. Jari kelingking. Jari kelingking adalah jari yang bentuknya paling kecil dinatar jari-jari yagn lain. Hubungannya dengan cinta adalah, jika mencintai seseorang, maka kita harus peduli dengan semua hal tentang dia, termasuk hal-hal kecil sekalipun. Kita harus mengenali, menerima, dan menyesuaikan diri.
Jari kanan dan jari kiri sama-sama positif, karena hubungannya dengan otak kiri dan otak kanan. Tangan kiri bekerjasama dengan otak kanan, sedangkan otak kanan bekerjasama dengan otak kiri.Menerima apa adanya adalah indikasi mencintai. Namun harus ada proses saling menyesuaikan diri. Itulah indikasi untuk saling mencintai. Dicintai seseorang secara mendalam, akan memberi kekuatan. Sedangkan mencintai seseorang, membutuhkan keberanian.
1. Jari jempol atau Ibu jari. Jempol/ibu jari sering digunakan untuk menunjukkan suatu kebehasilan atau kebaikan (diacungi jempol). Hubungannya dengan cinta adalah, mencintai seseorang adalah sebuah hal yang baik, mencintai seseorang juga butuh keberanian besar. Ibu jari yang berkonotasi positif juga mengingatkan agar kita memperlakukan orang yang kita cintai dengan baik, dan tidak melukainya.
2. Telunjuk. Telunjuk sering digunakan untuk memberikan, menunjukkan arah atau tempat. Hubungannya dengan cinta adalah, kalau kita mencintai seseorang, maka berilah ia arah yang jelas dan benar. Selain itu itu telunjuk juga menunjukkan bahwa kita mengacungkan jari telunjuk, untuk mengatakan bahwa “inilah saya, dan saya ingin tahu tentang dirimu”. Dengan demikina kita tidak bersembunyi, fokus pada yang dicintai, dan member arah yang jelas.
3. Jari manis. Jari manis adalah tempat melingkarnya cincin (cincin pernikahan). Hubungannya dengan cinta adalah ketika mencintai seseorang kita harus fokus pada tujuan hubungan yakni pernikahan. Dengan demikian kita harus serius dalam berkata, bersikap, dan serius dalam menjalani hubungan, tidak main-main.
4. Jari tengah. Sesuai namanya, jari tengah berada tempat yang spesial, yakni ditengah-tengah. Di satu sisi diapit jari kelingking dan jarimanis, di sisi yang lain diapit jari telunjuk dan jempol. Hubungannya dengan cinta adalah mengingatkan kita agar memperlakukan orang yang kita cintai sebagai orang yang spesial dalam hidup kita.
5. Jari kelingking. Jari kelingking adalah jari yang bentuknya paling kecil dinatar jari-jari yagn lain. Hubungannya dengan cinta adalah, jika mencintai seseorang, maka kita harus peduli dengan semua hal tentang dia, termasuk hal-hal kecil sekalipun. Kita harus mengenali, menerima, dan menyesuaikan diri.
Jari kanan dan jari kiri sama-sama positif, karena hubungannya dengan otak kiri dan otak kanan. Tangan kiri bekerjasama dengan otak kanan, sedangkan otak kanan bekerjasama dengan otak kiri.Menerima apa adanya adalah indikasi mencintai. Namun harus ada proses saling menyesuaikan diri. Itulah indikasi untuk saling mencintai. Dicintai seseorang secara mendalam, akan memberi kekuatan. Sedangkan mencintai seseorang, membutuhkan keberanian.

